Hi semua.. Saya ingin berbagi sedikit tentang pengalaman saya. Taukah kalian bahwa kebanyakan orang setelah bertanya pada saya ”asalnya dari mana?”, lalu bertanya ”Flores itu dimana yah?”. Sangat menyebalkan bukan?! Apa mereka yang kurang gaul yang nilai geografi smp rada-rada anjlok, atau memang Flores kurang terkenal yah? Masa kata mereka Flores dekat Papua sih.............
Teman-teman saya banyak yang bertanya di luar perkiraan. Contohnya: ”Ta, kalian pakai bahasa inggris yah?”, ada lagi yang lebih parah , ”Ta, di sana ada listrik ga?”, ”Kalian nonton televisinya bagaimana?”, dan pertanyaan lainnya yang bikin makan hati.
Memang sih Flores banyak diliput di televisi apalagi di acara Jejak Petualang. Sayangnya, yang ditampilkan itu hanya daerah yang benar-benar udik plus adat-adatnya. Semakin meyakinkan mereka kalau Flores itu benar-benar terbelakang. Satu lagi, dengan munculnya iklan “Aer su dekaat beta bisa bantu mama kas mandi adek....”, maka genaplah penderitaan saya berada di tanah Jawa sebagai satu-satunya anak NTT di sekeliling teman-teman kampus saya yang selalu diganggu karena iklan tersebut. Padahal iklan itu bukan Flores, tapi daerah Soe kesana.
Banyak orang yang tidak mengetahui keindahan, kemakmuran dan kemajuan Flores itu sendiri. Kalau saya berpikir, di Flores terlalu amat sangat banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Semua orang begitu memuja tanah Lombok yang begitu indah, apalagi Bali sebagai pulau dewata yang luar biasa itu. Mereka mampu mengelola semua wisata dengan sangat baik dan menambah kaindahan yang ada. Lalu, apa bedanya dengan kita yang ada di pulau bunga Flores?
Flores punya banyak pantai pasir putih yang luar biasa indah. Riung, obyek wisata di kabupaten Ngada ini yang sangat indah, tidak kalah dengan taman laut lainnya yang terkenal sejagad ini. Dintor, sebuah pantai berpasir putih di kabupaten Manggarai ini begitu indah, sayangnya tidak ada orang yang tau selain orang Manggarai sendiri. Apalagi di daerah pantai sepeti Labuan Bajo kita yang memiliki pantai dengan hiasan pulau-pulau kecil yang indah. Sea World di Maumere, dulu waktu kecil saya pernah kesana dan pantai itu benar-benar indah dan begitu biru,dan begitu banyak pantai lainnya yang indah. Tapi, mengapa masih belum dikenal banyak orang? Pulau komodo, Pulau Kelimutu, pasti hanya Flores yang punya. Saya masih ingat waktu di Maumere, saya pernah pergi ke sebuah tempat pengolahan ulat sutra, lalu saya juga pernah mengunjungi beberapa tempat pemandian air panas alami, salah satunya Soa di Bajawa. Saya juga pernah mengunjungi Gua yang ditemukannya homoflorensis di Manggarai, lalu ada lagi batu cermin di Labuan Bajo, dan masih banyak tempat wisata lain yang tidak saya cantumkan saking banyaknya tempat wisata di Flores tercinta ini.
Di tempat dimana saya berada saat ini, begitu menyedihkan. Banyak orang miskin yang benar-benar hidupnya dengan mengemis dan tinggal di jembatan-jembatan. Terlalu banyak pengamen disini. Setidaknya hal ini berbeda dengan Flores tercinta. Semiskin-miskinnya orang flores, masih bisa makan nasi, ubi, ataupun jagung. Saya hampir tidak pernah menemukan pengemis ataupun pengamen di Flores. Atau saya yang kurang gaul yah? Tapi begitulah pandangan saya.
Manggarai adalah penghasil beras dan Kopi, tapi kenapa tidak ada orang yang menyadarinya kecuali orang Flores sendiri. Saya semakin bingung. Kenapa daerah-daerah lain yang lebih terkenal, padahal kopi dan beras Flores amat sangat enak, seperti beras Bramo atau Roslin yang begitu harum dan manis. Apalagi kopinya, huh aromanya tidak kalah dengan yang ada di Starbucks.
Bajawa juga kaya dengan Jeruk, tapi Jeruk Medan lebih terkenal. Padahal Jeruk Bejawa kan enak sekali. Ende, Maumere, dan Flores Timur, adalah raja makanan laut. Tapi sama saja, untuk makan sendiri. Begitu banyak daerah penghasil di Flores. Tapi sayangnya, hasilnya dinikmati sendiri, dan diputar-putar di Flores saja.
Adat-adat Flores yang begitu banyak, tiap daerah memiliki bahasa, pakaian, adat, makanan khas yang berbeda-beda. Kita adalah pulau yang paling unik, berbeda tetapi satu. Di setiap kota juga sangat maju. Speedy juga sudah ada di Flores, meskipun baru mulai dari Labuan Bajo. Meskipun tidak ada Mall dan Bioskop, tapi pertokoan kita sudah maju pesat dengan dibangunnya beberapa swalayan besar di tiap kota. Mungkin ke depannya akan dibangun yang namanya Mall dan Bioskop secara perlahan-lahan.
Transportasi di Flores juga sangat gaul. Bemo, sebutan bagi angkot di Flores, tidak seperti disini yang standar. Di Flores, angkot ada musiknya, lalu di warna-warnain, dimodifikasi lagi, gaul abis pokoknya. Ada lagi kendaraan umum yang lebih fungky, Truk atau yang biasa disebut Oto Kol. Dulu saya menganggap biasa saja, tapi ternyata disini tidak ada yang namanya Truk pengangkut manusia atau Oto Kol tersebut. Jangan salah, mobil di Flores bagus-bagus, apalagi motor-motornya.
Dari semua kelebihan yang dimiliki Flores yang sebagian besar tidak dapat saya sebutkan, kita bisa sadar kalau Flores itu punya potensi besar untuk menjadi nomor 1. Sayangnya kurang banyak orang yang mau mengurusnya. Semua orang setelah kuliah dan menginjak tanah Jawa, sudah tidak mau pulang lagi ke Flores. Padahal orang-orang seperti mereka yang sudah memiliki ilmu itulah yang dibutuhkan Flores. Kalau sudah tua, baru pulang Flores. Huff..... sudah tau SDM kita kurang, padahal orang Flores dasarnya pintar-pintar, tapi itulah banyak yang tidak peduli. Kalu mau jadi caleg atau bupati saja baru peduli berebutan.
Coba kalau ada organisasi pecinta Flores yah, yang bisa menggenjot orang-orang lain untuk mengadakan perubahan bagi Flores tercinta ini. Tapi banyakan orang membuat grup pecinta Bola, malahan ada yang membuat grup pecinta Miyabi. Huuuuuuhhh........ Teman-teman, ayo kita sayang Flores pulau bunga kita tercinta, tempat kita dilahirkan dan tempat dimana orang tua, nenek moyang kita pernah pacaran di sana. ^___^V
Teman-teman saya banyak yang bertanya di luar perkiraan. Contohnya: ”Ta, kalian pakai bahasa inggris yah?”, ada lagi yang lebih parah , ”Ta, di sana ada listrik ga?”, ”Kalian nonton televisinya bagaimana?”, dan pertanyaan lainnya yang bikin makan hati.
Memang sih Flores banyak diliput di televisi apalagi di acara Jejak Petualang. Sayangnya, yang ditampilkan itu hanya daerah yang benar-benar udik plus adat-adatnya. Semakin meyakinkan mereka kalau Flores itu benar-benar terbelakang. Satu lagi, dengan munculnya iklan “Aer su dekaat beta bisa bantu mama kas mandi adek....”, maka genaplah penderitaan saya berada di tanah Jawa sebagai satu-satunya anak NTT di sekeliling teman-teman kampus saya yang selalu diganggu karena iklan tersebut. Padahal iklan itu bukan Flores, tapi daerah Soe kesana.
Banyak orang yang tidak mengetahui keindahan, kemakmuran dan kemajuan Flores itu sendiri. Kalau saya berpikir, di Flores terlalu amat sangat banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Semua orang begitu memuja tanah Lombok yang begitu indah, apalagi Bali sebagai pulau dewata yang luar biasa itu. Mereka mampu mengelola semua wisata dengan sangat baik dan menambah kaindahan yang ada. Lalu, apa bedanya dengan kita yang ada di pulau bunga Flores?
Flores punya banyak pantai pasir putih yang luar biasa indah. Riung, obyek wisata di kabupaten Ngada ini yang sangat indah, tidak kalah dengan taman laut lainnya yang terkenal sejagad ini. Dintor, sebuah pantai berpasir putih di kabupaten Manggarai ini begitu indah, sayangnya tidak ada orang yang tau selain orang Manggarai sendiri. Apalagi di daerah pantai sepeti Labuan Bajo kita yang memiliki pantai dengan hiasan pulau-pulau kecil yang indah. Sea World di Maumere, dulu waktu kecil saya pernah kesana dan pantai itu benar-benar indah dan begitu biru,dan begitu banyak pantai lainnya yang indah. Tapi, mengapa masih belum dikenal banyak orang? Pulau komodo, Pulau Kelimutu, pasti hanya Flores yang punya. Saya masih ingat waktu di Maumere, saya pernah pergi ke sebuah tempat pengolahan ulat sutra, lalu saya juga pernah mengunjungi beberapa tempat pemandian air panas alami, salah satunya Soa di Bajawa. Saya juga pernah mengunjungi Gua yang ditemukannya homoflorensis di Manggarai, lalu ada lagi batu cermin di Labuan Bajo, dan masih banyak tempat wisata lain yang tidak saya cantumkan saking banyaknya tempat wisata di Flores tercinta ini.
Di tempat dimana saya berada saat ini, begitu menyedihkan. Banyak orang miskin yang benar-benar hidupnya dengan mengemis dan tinggal di jembatan-jembatan. Terlalu banyak pengamen disini. Setidaknya hal ini berbeda dengan Flores tercinta. Semiskin-miskinnya orang flores, masih bisa makan nasi, ubi, ataupun jagung. Saya hampir tidak pernah menemukan pengemis ataupun pengamen di Flores. Atau saya yang kurang gaul yah? Tapi begitulah pandangan saya.
Manggarai adalah penghasil beras dan Kopi, tapi kenapa tidak ada orang yang menyadarinya kecuali orang Flores sendiri. Saya semakin bingung. Kenapa daerah-daerah lain yang lebih terkenal, padahal kopi dan beras Flores amat sangat enak, seperti beras Bramo atau Roslin yang begitu harum dan manis. Apalagi kopinya, huh aromanya tidak kalah dengan yang ada di Starbucks.
Bajawa juga kaya dengan Jeruk, tapi Jeruk Medan lebih terkenal. Padahal Jeruk Bejawa kan enak sekali. Ende, Maumere, dan Flores Timur, adalah raja makanan laut. Tapi sama saja, untuk makan sendiri. Begitu banyak daerah penghasil di Flores. Tapi sayangnya, hasilnya dinikmati sendiri, dan diputar-putar di Flores saja.
Adat-adat Flores yang begitu banyak, tiap daerah memiliki bahasa, pakaian, adat, makanan khas yang berbeda-beda. Kita adalah pulau yang paling unik, berbeda tetapi satu. Di setiap kota juga sangat maju. Speedy juga sudah ada di Flores, meskipun baru mulai dari Labuan Bajo. Meskipun tidak ada Mall dan Bioskop, tapi pertokoan kita sudah maju pesat dengan dibangunnya beberapa swalayan besar di tiap kota. Mungkin ke depannya akan dibangun yang namanya Mall dan Bioskop secara perlahan-lahan.
Transportasi di Flores juga sangat gaul. Bemo, sebutan bagi angkot di Flores, tidak seperti disini yang standar. Di Flores, angkot ada musiknya, lalu di warna-warnain, dimodifikasi lagi, gaul abis pokoknya. Ada lagi kendaraan umum yang lebih fungky, Truk atau yang biasa disebut Oto Kol. Dulu saya menganggap biasa saja, tapi ternyata disini tidak ada yang namanya Truk pengangkut manusia atau Oto Kol tersebut. Jangan salah, mobil di Flores bagus-bagus, apalagi motor-motornya.
Dari semua kelebihan yang dimiliki Flores yang sebagian besar tidak dapat saya sebutkan, kita bisa sadar kalau Flores itu punya potensi besar untuk menjadi nomor 1. Sayangnya kurang banyak orang yang mau mengurusnya. Semua orang setelah kuliah dan menginjak tanah Jawa, sudah tidak mau pulang lagi ke Flores. Padahal orang-orang seperti mereka yang sudah memiliki ilmu itulah yang dibutuhkan Flores. Kalau sudah tua, baru pulang Flores. Huff..... sudah tau SDM kita kurang, padahal orang Flores dasarnya pintar-pintar, tapi itulah banyak yang tidak peduli. Kalu mau jadi caleg atau bupati saja baru peduli berebutan.
Coba kalau ada organisasi pecinta Flores yah, yang bisa menggenjot orang-orang lain untuk mengadakan perubahan bagi Flores tercinta ini. Tapi banyakan orang membuat grup pecinta Bola, malahan ada yang membuat grup pecinta Miyabi. Huuuuuuhhh........ Teman-teman, ayo kita sayang Flores pulau bunga kita tercinta, tempat kita dilahirkan dan tempat dimana orang tua, nenek moyang kita pernah pacaran di sana. ^___^V


5 comments:
MANTAAAABBBB.....!!!
Setujuuuuuuuuu......!!
Sekedar tambahan, yang mungkin bisa menguatkan kita untuk membanggakan pulau FLORES dimata masyarakat Indonesia pada khususnya, dan masyarakat internasional pada umumnya...
Bahwa, pulau FLORES merupakan salah satu tempat yang merupakan letak dari satu (1) dari 7 keajaiban dunia...
Yaitu Commodo varanus Ensis (tulisan kira kira seperti itu). Hehehehe...
So, jangan merasa minder kalau ada yang bertanya tentang "kamu dari mana..??"..
Bravo FLORES ISLAND.. I LOVE U..
Tambahan :
"SAVE YOUR FLORES ISLAND"...
Buat loe yang ngerasa PUTRA NUSA BUNGA..
Berikanlah yang terbaik buat DAERAH loe..
God bless you..
wah makin asYik ajah (kaya tagline'a TPI)...
coba kalo banyak yG nyadar yah n lebiH banyak lg yG membangun Flores kiTA tercinta...
biar baaanyAaak oRg tau kita ga udik2 amat..
haha ^____^V
Sbuah opini yg cukup mmbangun dlm mmprknalkan potensi flores dimata nasional..memnag kenyataannya demikian, mngutip jg dr prnyataanku bhw kata flores ato nama flores rasanya blom bgitu asing dlm telinga mreka, sprti jg pngalamnku yg pd saat ini brada dipulau dewata yg kadang aneh kalo ada yg nletuk bhw pulau flores ada diSumatera??...walah,buta peta kale yach?? kadang pikirku..mang orang2 ini lebih mngenal pulaunya, budayanya,tp mnutup mata ma kbudayaan yg ada diluar sana..sdih jg yach?? tp walo gimanapun pulau beta lebe baik na..biar beta hitam tp jd rebutan..hehehe..walaaaa...kami dhano bha'i gala la..ma'e go sobo..tiap hari disini ada yg ngais2 dikotak sampah,mnding beta walo cuman makan uta tabha..Ok salam bwt saudara............
Bagus bangts masuk ke link ni..bisa nunjukin kayak gimana seh potensi daerah Flores yg mrupakn kbanggaan kita..mang knyataannya demikian,mngutip jg pngalamn ku yg brada dipulau dewata yg agaknya kata flores ato namanya flores masih asing dlm tlinga mreka..aq jd bingung ktika ada yg bilang flores ada si sumatera,walah..ni orang buta peta kale pikirku..tp sebgus2nya pulau ini masih lebe bagus punya beta na..walaaa,kami bha'i gala laaa..tana flores nguru modhe,walo tiap hari kami dhomi ka go uta tabha..hehehe........salamku bwt saudara.Joseph Heriberts B.ISI Denpasar.
Post a Comment