Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya ‘pertama kali’ dalam hidupnya. Pakai handphone, facebook, friendster, naik motor, mobil, semuanya pasti ada pertama kalinya. Tidak mungkin langsung tau, bicara dan jalan ajah juga pake belajar ko’. Satu-satunya yang kita langsung tau hanya makan. Perasaan dari bayi kalau soal makan langsung ngerti tidak perlu diajarin. Hehehhe..
Nah, kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman katro saya buat kalian semua. Ini rahasia yah, kalau mau ketawa, sendiri ajah, jangan ajak temen . Cerita ini tentang saya, hanya saya, jadi tidak ada pihak yang dirugikan deh.
Bagi yang tidak tau saya siapa, baca profil! Pengalaman saya ini tentang langkah pertama saya sampai saya berada di pulau Jawa. Yah, sama seperti kebanyakan anak flores lainnya (yang saya tau yah), pulau Jawa adalah pulau impian. Kalau sudah lulus SMA maunya pergi ke pulau Jawa, apalagi namanya Jakarta. Uuuuhhhh, rasanya hebat minta ampun kalau ada disana (hemmm ternyata.......).
Naik Pesawat Terbang
Setelah lulus dari SMAK Fransiskus tercinta, pikiran pertama yang ada di kepala adalah harus lanjut ke pulau Jawa. Tapi saat ditanya mau kuliah dimana, pikiran kosong melompong tidak tau mau kuliah dimana. Teman-teman yang lain sudah duluan berangkat menginjak pulau Jawa (benar-benar iri saat itu), dan saya berangkat belakangan, untungnya masih ada 1 universitas yang memberikan kesempatan test hahahha (ini namanya jalan Tuhan ).
Nah,saat mama saya mengatakan saya akan berangkat ke Bogor yang tidak jauh dari Jakarta, wajah saya pun berseri-seri (akhirnya.......). Kalau ada yang bertanya ”mengapa Bogor?”, jawaban klasik ”ikut kakak” (berbahagialah yang menjadi kakak). Lalu mama saya mengatakan saya akan naik pesawat dengan tante saya, kebetulan yang juga tinggal di Jakarta. Reaksi pertama adalah deg degan. Wah pesawat, wah pesawat, wah PESAWAT!! Meskipun wajah saya dipasang sebiasa mungkin tapi tiap tidur selalu terngiang-ngiang “naik pesawat ke Bali”.
Besoknya sibuk pergi ke toko membeli segala macam untuk di bawa. Sindrom ‘melet’ kata orang Manggarai (kalau ada yang tidak tau, tanya yah). Banyak barang yang sebenarnya tidak begitu berguna yang saya bawa. Dan sekarang saya merasa begitu konyol mengingat saat itu.
Perasaan saya 25% senang dan 75 % takut. Kenapa takut? Good question. Karena saya tidak tau bagaimana prosedur naik pesawat. Meskipun bersama tante saya, tetap saja pasti kelihatan ling-lung kaya ayam kehilangan induknya..hiks..
Hari H yang ditunggu pun tiba. Biasalah diawali pamit sana-sini, nangis sana-sini. Petualangan panjang seorang gadis Flores sebuah pulau kecil tapi INDAH (tolong dicatat!) sudah dimulai. Saya pun akhirnya berangkat dari kota Ruteng menuju bandara di kota Labuan Bajo yang menghabiskan waktu 5 jam. Tertulis di tiket pesawat ”Trans Nusa”, jadi sampai saat ini saya hanya mengetahui pesawat itu saja yang jalurnya Labuan Bajo-Denpasar (bagi yang mengetahui lainnya, kasih tau yah).
Sampailah kami di bandara tersebut, ternyata tidak begitu besar. Dengan tampang yang se-cool mungkin seolah-olah sudah seribu kali naik pesawat (hmmmm ternyata.......), kami pun menunggu pesawat datang. Sebenarnya sih hati saya terus berdebar, dan sangat menegangkan merasakan bagaimana naik sebuah mesin besar yang bisa terbang, yah 11:12 lah dengan burung di angkasa hehehe. Huh, biasanya mengantar orang, sekarang....... tiiidaaakkkkk T__T’.
Pesawat pun datang. Dag,deg,deg, semua terlihat seperti slow motion. Kami pun naik dan duduk. Huh, semuanya berjalan dengan lancar dan tidak seburuk yang saya pikirkan. Untungnya saya cepat menangkap penjelasan pramugari, jadi untuk memasang seat belt gampang-gampang saja (padahal awalnya sempat takut dan bingung, malu juga kalau bertanya). Akhirnya perasaan saya telah kembali menjadi 100 % senang, so excited :-D
Sampailah kami di Bali. Wow, bandaranya entah berapa kali lipat besarnya dari bandara di Flores. Perasaan saya lebih dari 100% senangnya. Kiri, kanan, depan, belakang, semuanya bule! Apalagi saat melihat bule Korea, OMG keren amat seh hampir tak sanggup kedipin mata (cakep gilaaaaa).
Sehari kami di Bali yang indah ini. Tapi biasa ajah menurut saya, soalnya tidak begitu berbeda dengan Flores. Hanya pulau Bali lebih banyak diurus jadinya BAGUS BANGET! Kotanya indah, aroma kotanya khas, Kuta-nya unik bukan karena pantainya yang bagus (maklum di Flores juga banyak pantai) tetapi banyaknya pengunjung (bule khususnya) dan segala macam bentuk manusia ada di sana. Dan banyak tempat-tempat nongkrong yang so sweet abis. Apalagi yah, oyah GWK yang luar biasa, ternyata ada orang yang sebegitu niatnya buat burung Garuda sebesar itu, dan memahat batu yang begitu besar dengan begitu rapih, memikirkannya ajah udah cape. Bravo deh buat yang buat! Asli keren! Pokoknya, Love Bali so much ^___^V
Keesokan harinya kami berangkat lagi ke bandara. Perasaan saya sudah biasa, tapi mengingat saya akan menuju sebuah kota pusat dari Indonesia ini, pikiran saya mulai melayang-layang. Kami akhirnya naik pesawat Adam Air menuju kota yang paling ingin saya lihat. 2 jam lamanya kami berada dalam pesawat.
Akhirnya... sampailah kami ke ibu kota negara Indonesia tercinta ini........
To be continue... ^____^V


0 comments:
Post a Comment