Monday, April 27, 2009

UNFORGETABLE MOMENT Part 2


”Ternyata kota Jakarta seperti ini yah”, kata saya dalam hati. Besar, membingungkan dan buat pusing plus gerah. Banyak bangunan megah menjulang tinggi. Di daerah saya sendiri yang paling tinggi swalayan Sentosa, itu pun 3 lantai, hehehe. Hebat juga yah yang bisa membangun gedung setinggi itu.
Makanan
Saya dijemput kakak menuju ke Bogor. Wah awalnya senang sekali. Bogor tidak begitu penat dan nyaman, tidak seperti Jakarta yang hiruk pikuk, sangat penat. Tapi, saat hari pertama mencoba makanannya, benar-benar musibah. Makanannya sama sekali tidak klik di lidah saya. Rasa basonya berbeda dengan yang di Flores, saosnya pun beda. Disini semua orang makan sayur mentah, aneh! Trus, ga dikasih air putih, tapi teh tawar, OMG. Sotonya ko’ ada santannya yah? Trus trakir, sayur asam ko’ ga asam dan terlalu banyak campuran sayur yang aneh di dalamnya. Sambelnya juga manisss. Asinan ko’ berkuah. Emank enak asinan sayur?? Akhirnya selama seminggu makannya telmi alias telur mie. Lama kelamaan, malah makanan seperti itu yang saya cari. Lalapan, siomay, baso, mie ayam, batagor, cireng, cimol, pecel, teh tawar, soto bogor,dll, ternyata sangat nikmat dan lezatozzzzzzz. Hanya saja kalau makan, sambelnya pasti nambah (buat mas tukang pecel, maav yah). Bogor rajanya makanan deh.

Bahasa

Bahasa juga salah satu hal yang sulit untuk beradaptasi. Gw, elu, nggak, dsb, bener-bener terasa tidak enak di mulut. Perbedaan bahasa juga kadang sulit dimengerti. Lombok itu bahasa Indonesia atau bukan yah? Ko’ orang-orang pada ga ngerti, mereka cuma tau sambel. Warung, kalau di tempat saya warung itu tempat jual makanan. Sedangkan kios yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Nah disini, warung itu kios.
Saya juga mengira kata ’pele’(menghalangi) juga bahasa yang dipakai semua orang, eh ternyata tidak. Dan dengan polosnya saya berkata ”eh sowry jgn pele gw dong”, trus kata temen ”pele itu apa ta?”. hahaha. Apalagi saat saya semester 1, haha benar-benar masih baru. Tapi untungnya ada teman yang dengan baik hatinya mengajarkan beberapa kosa katanya (luv u so Anggi). Akhirnya sekarang mulai biasa juga.

Mall, Bioskop dan Lift
Ketiga hal tersebut BELUM dijumpai di Flores, masih direncanakan, ehm.. Mall adalah tempat pusat perbelanjaan yang eksklusif berbeda dengan pasar atau pun toko. Sebuah gedung besar yang didalamnya terdiri dari begitu banyak toko-toko. Saat pertama masuk benar-benar excited.
Di dalam salah satu Mall yang saya kunjungi, terdapat tempat menonton film yang biasa disebut Bioskop. Bioskop adalah list nomor 1 yang saya cari, maklum saya salah satu movieholic. Sangat menyenangkan menonton melalui sebuah layar yang besar. Akhirnya sampai saat ini terus ketagihan.
Lift juga pertama kali saya gunakan saat menginjak Bogor. Sangat menyenangkan, untungnya ditemani kakak, kalau tidak bakal benar-benar memalukan. Lucu juga kalau mengenang jaman-jaman pertama kali datang ke kota ini.
Satu hal yang saya pikirkan. Ternyata sama saja di Flores. Hanya saja disini banyak bangunan tinggi dengan jalan yang luas, dan temapt-tempat perbelanjaan yang megah. Selain itu, sama saja. Lama-lama disini rasanya ingin pulang juga. Benar-benar kangen rumah. Hiks... T__T’ Kalau temen-temen punya cerita pengalaman pertamanya, bagi-bagi juga yah...

1 comments:

dibidedo said...

Namanya jga jkt,, mending u cma lburan doang, klo i tiap hari di sni -.-"

haha ngakak bca yg pele itu,, i juga punya byk crita soal bhsa, parah"..haha :D